YLBH – AKA Dukung Kajari Bireun Lakukan Penyelidikan Dugaan Korupsi

  • Whatsapp
Direktur eksekutif YLBH-AKA Distrik Bireuen, Rahmadi (Foto/Ist)

Bireuen | republikaceh.net – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum-Advokasi dan Keadilan Aceh (YLBH-AKA) Distrik Bireuen mendukung Kejaksaan Negeri Kabupaten Bireuen atas peyelidikan kasus dugaan atau adanya indikasi korupsi pada dinas sosial Bireuen.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua YLBH-AKA Aceh, Hamdani Mustika melalui Direktur Esekutif  Rahmadi kepada republikaceh.net, Rabu 28 Juli 2021.

Dia mengatakan, YLBH AKA mendukung langkah Kejari Bireuen melakukan penyelidikan terhadap dugaan indikasi korupsi yang dilakukan di Dinas Sosial setempat pada kegiatan penyaluran bansos.

“Bila terbukti adanya korupsi, tentunya hal ini dapat merugikan Negara. Apalagi sekarang masa pandemi, masyarakat susah dalam mencari rezeki. Dugaan tersebut di penyaluran Bantuan Bansos, tentunya sangat menyakitkan bagi warga” lanjutnya.

“Selaku Lembaga Bantuan hukum, segenap pengurus YLBH-AKA mendukung penuh Kinerja  Kejaksaan Bireuen di bawah Pimpinan M.Siregar S.H dan tentunya akan menjadi suatu hal yang dibanggakan bagi masyarakat Bireuen.” tambahnya.

Menurutnya, Profesionalisme yang ditunjukkan Aparatur Penegak Hukum dalam menangani perkara seperti itu sangat perlu dan sesuai dengan Tupoksi  penegakan hukum yang mendekati prinsip keadilan sesuai hukum  sebagaimana yang sedang digalakkan di Indonesia.

Nilai-nilai keadilan yang ada tidak dapat dipisahkan dengan tegaknya hukum itu sendiri.

“Jika kita Merujuk pada pasal 2 ayat (2) UU Tipikor pasal 2 ayat (1) UU 31 /1999 menyatakan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau orang lain atau sesuatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara , dipidana penjara paling singkat 4( empat) tahun dan paling lama 20 ( dua puluh ) tahun dan 200.000.000,00( dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.1000.000.000.00( satu miliar rupiah) ” Tutup Rahmadi. (***)

REKOMENDASI