DPD RI Sorot Kasus Siswi SMK Lhokseumawe Tumbang Usai Divaksin

  • Whatsapp
Senator DPD RI asal Aceh HM Fadhil Rahmi Lc MA, atau akrab disapa Syech Fadhil, menantang para siswa kelas 6 SD N 25 Araselo, Dusun Dama Buleun, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (19/8/2021) (Foto/Zaman Huri)

Banda Aceh | republikaceh.net – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, meminta pihak medis untuk memeriksa riwayat penyakit yang diderita oleh siswa sebelum melakukan vaksin.

Hal ini terkait adanya seorang siswi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lhokseumawe, Khana Darasa Naswa (15) tumbang usai divaksin COVID-19, yang dilaksanakan di sekolah setempat, Rabu 22 September 2021.

BACA JUGA

Berdasarkan informasi diperoleh, siswi tersebut masih duduk di kelas X (kelas 1) di SMK Negeri 1 Lhokseumawe. Usai mendapat suntikan vaksin, korban itu terpaksa dirawat ke Rumah Sakit Umum Melati, Kota Lhokseumawe.

Vaksin remaja merupakan salah satu program yang sedang gencar-gencarnya disuarakan oleh pemerintah Aceh belakangan ini.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Sekda Aceh dan Kadis Pendidikan Alhudri, bahkan turun ke sekolah sekolah untuk melakukan sosialisasi kepada wali murid dan siswa.

“Seyogyanya sebelum dilakukan vaksin terhadap siswa d sekolah, ada baiknya pihak medis terlebih dahulu melakukan pemeriksaan mendalam terhadap jenis penyakit yang di derita oleh siswa. Apakah siswa tersebut layak divaksin atau tidak,” kata pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini.

“Agar kasus seperti yang dialami oleh Khana Darasa tidak terulang di tempat lain,” ujar senator yang dikenal dekat dengan kalangan dayah ini.

Menurut Syech Fadhil, pemeriksaan riwayat kesehatan siswa merupakan hal yang wajib agar vaksinasi berlangsung sukses tanpa korban.

“Agar kasus yang sama tidak terjadi lagi kepada siswa-siswa lain,” ujarnya lagi.

Syech Fadhil juga berharap Pemerintah Aceh melakukan pendampingan terhadap siswi bernama Khana yang tumbang usai vaksin di Lhokseumawe.

“Jangan korbankan satu anakpun di Aceh. Mereka masa depan kita. Vaksin harus sukses tanpa korban satu siswa pun. Karena mereka masa depan kita,” ujar sahabat UAS ini.

“Periksa yang benar dan teliti sebelum divaksin. Kalau ada siswa dalam kondisi tak memungkinkan, jangan dipaksa. Satu lagi, izin dari orangtua siswa jangan diabaikan,” katanya. (Zaman Huri)

REKOMENDASI