DPRK Aceh Jaya Belum Terima Salinan Surat Tentang Bongkar Muat Batu Bara

  • Whatsapp
Wakil Ketua I DPRK Aceh Jaya, Irwanto NP ( Foto/ Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.net – PT Prima Bara Mahadana, akan kembali laksanakan bongkar muat batu bara, yang akan diangkut ke Negara India pada akhir bulan ini, melalui UPP Pelabuhan Kelas III Calang yang berada di Gampong Bahagia, Calang Aceh Jaya.

Koordinator Legal dan Perizinan PT Prima Bara Mahadana, Muhammad Iqbal, Rabu (20/10/2021) mengungkapakan export perdana tersebut membutuhkan persiapan dibeberapa tempat untuk otoritas Pelabuhan. Bahkan untuk kegiatan itu, pihaknya telah mendapat surat sesuai dengan permintaan tentu.

BACA JUGA

“Kita tetap mengikuti sesuai koridor hukum, terhadap apa yang akan kita jalankan.” ujarnya

Iqbal menjelaskan, Dalam hubungan koordinasi, baik dengan pemerintah daerah, maupun segi keamanan sangat mendukung, hingga saat ini belum terlihat adanya kendala, selain terus melakukan konsolidasi baik dengan masyarakat setempat, kami pihak perusahaan telah melaksanakan pertemuan beberapa kali.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Aceh Jaya, Irwanto NP menanggapi jika DPRK Aceh Jaya belum menerima salinan apapun, termasuk tembusan surat izin dari pemkab terkait wacana export batu bara melalui pelabuhan calang.

“Kami di DPRK belum menerima salinan apapun, tembusan surat izin dari pemkab belum pernah kami terima, kalau memang kegiatan itu sudah dikeluarkan izin,” ucap Wakil Ketua I DPRK Aceh Jaya.

Irwanto menambahkan, sebelumnya ada beberapa tokoh LSM mempertanyakan kepada DPRK, terkait perizinan wacana angkut batu bara tersebut.

“Sekarang sudah beberapa tokoh dan LSM menanyakan kepada saya tentang hal perizinan angkut batu bara itu. Saya hanya menjawab belum tau apa-apa, karena belum ada salinan apapun kepada pihak kami. Saya juga terkejut, apakah SOP-nya sudah memenuhi standar” ungka Irwanto saat dihubungi.

Menurutnya, jika SOP sudah memenuhi semua, mungkin tidak masalah, namun perlu melakukan kajian-kajian terlebih dahulu tentang apakah jalan arah ke pelabuhan siap menampung beratnya angkutan tersebut, tentang armada apa yang akan digunakan untuk mengangkut batu bara.

“Hal itu harus menjadi bahan pertimbangan. Sampai saat ini belum ada koordinasi dan konfirmasi apa-apa dengan kita, terkait bagaimana regulasinya,” tambah Irwanto

“Itu semua kita belum mengetahui. Sejauh mana koordinasi pihak syahbandar dengan Pemkab, belum ada tembusan ke kita,”tutup Irwanto. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI