Tiga Siswi Aceh Lolos Seleksi 100 Cerpen Terbaik Lomba Menulis Se-Asean

  • Whatsapp
Siswi MAS Yapena Damora Lhokseumawe sedang mengikuti lomba menulis cerpen Asean Short Story Writing Competition 2021, (Foto/Ist)

Lhokseumawe | republikaceh.net – Tiga siswi MAS Yapena Dayah Modern Arun (Damora) Lhokseumawe lolos seleksi 100 cerpen terbaik lomba menulis cerpen se-Asean 2021 yang diselenggarakan oleh Edurooms.id.

Mereka adalah Merissa Putri Hanifa, lewat cerpennya yang berjudul Keniko dan Tjoet Nyak Puan, Aulia Irabba berjudul Berusahalah, dan Sara Salsabila dengan judul (Ie beuna) Rinai dan Hujan.

Pengumuman tersebut diterbitkan oleh panitia penyelenggara pada 30 Oktober 2021 via Instagram setelah penyeleksian naskah yang dilangsungkan sejak 7 September sampai 23 Oktober 2021.

Panitia menyebutkan bahwa 25 naskah terbaik akan dibukukan, dan lainnya akan mendapat apresiasi berupa sertifikat Top 100 Asean Short Story Writing Compotition 2021.

Kepala sekolah MAS Yapena, Ustad Hamdun Fadhil, Lc saat di konfirmasi media ini, Minggu, (31/10/2021) mengatakan, kegiatan lomba menulis cerpen se-Asean Edurooms.id ini merupakan lomba menulis cerita pendek (cerpen) kedua, setelah sebelumnya pada tahun 2020 Edurooms.id telah sukses menyelenggarakan lomba menulis cerpen se-Asean yang pertama.

“Lomba ini terbuka untuk umum dan mengangkat tema “BEBAS”. Jadi peserta dipersilahkan untuk menulis cerpen dengan tema apapun, asal tidak menyinggung SARA, tidak berbau pornografi dan tidak mengandung ujaran kebencian,” ujar Ustad Hamdun.

Tiga siswi MAS Yapena Damora Lhokseumawe yang lolos Top 100 Asean Short Story Writing Competition 2021, (Foto/Ist)

Ia menjelaskan, dari 12 siswa Damora yang mengikuti lomba menulis cerpen tersebut, tiga diantaranya lolos seleksi, ketiganya adalah anggota aktif kelas menulis MAS Yapena yang di asuh oleh Abu Rahmat yang merupakan penulis muda asal Aceh Utara.

“Menulis harus kita budayakan di kalangan santri dan kaum muda pada umumnya, sehingga mereka dapat menuangkan pikiran dan imajinasinya serta menginspirasi yang lainnya, tidak hanya mengalir mengikuti arus liar yang ada di pikiran remaja dan generasi muda yang dibawa oleh media massa tanpa ada filternya.” ujar Ustad Hamdun.

Dia menjelaskan, Selain mengikuti lomba menulis, para anggota kelas menulis ini sedang menyelesaikan proyek menulis buku antologi cerpen yang direncakan terbit akhir tahun ini. Ada dua buku yang sedang diselesaikan oleh para anggota kelas menulis.

“Saya berharap, anak kelas menulis ini nantinya akan terus aktif menulis baik di bidang sastra maupun ilmiah. Mereka mempunyai potensi dan imajinasi yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi sekolah Mas Yapena di bawah naungan Dayah Modern Arun Lhokseumawe membuat kelas menulis ini, sehingga anak-anak yang mempunyai potensi menulis dapat membuat karya-karya yang luar biasa,” tutup Abu Rahmat pengasuh kelas menulis. (Zaman Huri)

REKOMENDASI