Pengadilan Negeri Calang Putuskan Hukuman Terdakwa Kasus Pembunuhan Gajah di Aceh Jaya

  • Whatsapp
Juru bicara Pengadilan Negeri Calang, Nadia Yurisa Adila memberikan keterangan kepada awak media usai Pembacaan Putusan Majelis Hakim pada sidang lanjutan perkara tindak pidana tentang pembunuhan gajah, Kamis (27/12022) ( Foto/republikaceh.net)

Calang | republikaceh.net– Pengadilan Negeri Calang menggelar sidang lanjutan perkara tindak pidana tentang pembunuhan gajah yang terjadi di Desa Tuwie Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya dengan agenda Pembacaan Putusan, Kamis (27/12022)

“Hari ini telah selesai sidang putusan dari majelis hakim di pengadilan Negeri Calang, lebih tepatnya yaitu sidang kasus pembunuhan gajah yang dilindungi di Kabupaten Aceh Jaya,” ujar Juru bicara Pengadilan Negeri Calang, Nadia Yurisa Adila, kepada awak media usai sidang berlangsungnya.

Nadia menjelaskan, Putusan Majelis Hakim di bagi menjadi dua berkas, berkas pertama yaitu Nomor 51/PID.B/LH/2021. Majelis Hakim memutuskan 9 terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yaitu turut serta melakukan perniagaan perbuatan dengan sengaja memperniagakan.

“Maksud kami, bagian lain satwa yang dilindungin sebagaimana dakwaan artenatif kedua penuntut umum. Jadi, terdakwa Sudirman bin Almarhum Abdullah dikenai pidana penjara 3 tahun dan 4 bulan penjara serta denda 50 juta. Apa bila tidak dibayar maka di ganti dengan pidana kurungan selama dua bulan. Kemudian terdakwa dua, Muhammad Amin bin Muhammad Yusuf telah dijatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dan 4 bulan serta denda 50 juta dan apa bila tidak di bayar maka akan di ganti dengan pidana kurungan selama dua bulan” ujar Nadia

Namun, lanjutnya, selain terdakwa satu dan dua, 7 terdakwa lainnya, yakni Abdul Majid, Lukman Hakim, Muhammad Rozi, Zubardi, Hamdani dan Supriyadi alias Pak Pen dikenakkan vonis yang berbeda, yaitu masing – masing dikenakan penjara selama 10 bulan dan denda sejumlah 50 juta dengan ketentuan apa bila tidak dibayar maka di ganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.

Sedangakan pada berkas kedua yaitu Nomor 52/PID.B/LH/2021. Majelis Hakim memutuskan para terdakwa M Nur dan terdakwa Isdul Farsi, masing – masing dikenai penjara selama 1 tahun 10 bulan serta denda 50 juta dan apa bila tidak di bayar maka akan di ganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.

Kembali Nadia menjelaskan, Majelis hakim dalam pertimbangannya sudah secara rinci dan lengkap mempertimbangkan bahwa ada peran berbeda – beda dari masing – masing para terdakwa dari 9 terdakwa yang di perkara Nomor 51/PID.B/LH/2021 dan di perkara Nomor 52/PID.B/LH/2021 terhadap kasus gajah tersebut.

“Jadi perlu di ketahui juga bahwa gajah – gajah ini merupakan satwa yang dilindungi. yaitu Gajah Asia, Makanya kenak UU No 05 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati” pungkasnya. (***)

 

REKOMENDASI