Petani Keramba Waduk Pusong Galang Koin Donasi untuk biaya Operasional IPAL

  • Whatsapp
Petani keramba waduk Pusong sedang melakukan penggalangan koin untuk operasional IPAL, di jalan Stadion Tunas Bangsa, Kamis, (27/1/2022) (Foto/Zaman Huri)

Lhokseumawe | republikaceh.net – Usai menghadiri sidang putusan suntik mati atau euthanasia di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, sejumlah petani keramba di waduk Pusong melakukan aksi penggalangan koin untuk donasi biaya operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikelola oleh Unit Pengelolaan Teknis Daerah (UPTD), Kamis, (27/1/2022).

Aksi yang dilakukan di depan Kantor UPTD waduk Pusong, jalan Stadion Tunas Bangsa Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti tersebut berlangsung tidak lama, namun sempat menyita perhatian sejumlah pengguna jalan.

Ketika penggalangan koin berlangsung, Ketua YARA Aceh, Safaruddin, SH, sempat memasuki Kantor UPTD untuk bertemu dengan Kepala, namun yang bersangkutan sedang tidak berada ditempat.

Setelah melakukan aksi penggalangan, kemudian para petani keramba bersama Tim YARA bergerak menuju Kantor Dinas PUPR untuk menyerahkan hasil donasi yang terkumpul. Koin donasi diterima oleh Kepala UPTD waduk Pusong, Haikal.

Saat menerima penyerahan koin, Kepala UPTD waduk Pusong, Haikal mengaku, selama dirinya menjabat, instalasi pengelolaan air limbah tidak pernah dioperasikan karena ketiadaan anggaran, hal ini juga terjadi sebelum dirinya menjabat, ia mengatakan tidak tahu pasti sejak kapan IPAL sudah tidak beroperasi lagi.

“Selama dua tahun ini saya menjabat sebagai kepala UPTD Waduk Pusong tidak ada anggaran pengelolaan limbah,” ucap Haikal.

Ketua YARA, Safaruddin, SH sedang menyerahkan koin donasi untuk operasional IPAL kepada Kepala UPTD waduk Pusong, Haikal, di Kantor PUPR Lhokseumawe, Kamis, (27/1/2022), (Foto/Zaman Huri)

Safaruddin, SH didampingi oleh Ketua Perwakilan YARA Kota Lhokseumawe Ibnu Sina, mengatakan, penyerahan koin tersebut dilakukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe agar Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di waduk Pusong dapat beroperasi.

“Tadi kita mengumpulkan koin hampir satu juta, kita sudah serahkan yang diterima langsung oleh kepala UPTD pengelola waduk Pusong, pak Haikal, dan beliau menyampaikan bahwa ini akan menyerahkan kepada pimpinan,” Ucap Safar.

Tambahnya, Ini modal awal bagi Pemko untuk menambah lagi Anggaran supaya UPTD Pengelolaan air limbah itu berfungsi, sehingga air limbah yang arah mengalir ke waduk dikelola dulu, disaring dulu di IPAL, kemudian setelah sudah bersih baru airnya masuk ke waduk, sehingga tidak tercemar limbah dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk mendukung aktifitas ekonominya.

“Tadi kita sidang, dalam sidang hakim mengatakan, membacakan bahwa waduk itu tercemar limbah, sementara kenapa bisa tercemar limbah, padahal limbah ini sudah disiapkan IPAL- nya.” Ucap Safar dengan nada heran.

Menurutnya, hal ini terjadi disebabkan Instalasi Pengelolaan air limbah tidak berfungsi. Berdasarkan keterangan dari kepala UPTD tidak dapat beroperasi karena tidak ada uang, makanya tadi kita mengumpulkan uang, lalu kita kasihkan uang seadanya, karena kita ini masyarakat lemah.

“Semoga koin ini dari ratusan ribu bisa puluhan juta, bahkan sampai milyaran mungkin, sehingga bisa mengoperasionalkan waduk ini supaya maksimal,” tutup Safar. (Zaman Huri)

REKOMENDASI