Warga Enam Desa di Kecamatan Tanah Luas Keluhkan Jalan Rusak

  • Whatsapp
Seorang warga melintasi jalan rusak di Desa Blang Pie Kecamatan Tanah Luas Aceh Utara, Kamis, (17/2/2022) (Foto/Zaman Huri)

Aceh Utara I republikaceh.net – Warga enam Desa di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara keluhkan jalan rusak dan berlobang.

Jalan tersebut merupakan akses utama penghubung tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Tanah Luas dengan Kecamatan Nibong dan Kecamatan Geureudong Pase.

BACA JUGA

Amatan media, Kamis, (17/2/2022), tampak warga ektra hati – hati saat melintasi genangan air hujan dan kubangan lumpur.

Amri, Geuchik Gampong Blang Pie Kecamatan Tanah Luas mengatakan, semenjak jalan penghubung ke Desanya tersebut rusak dan tergenang air, masyarakat telah berusaha memperbaiki secara swadaya dan gotong royong, namun hasil nya tidak maksimal.

“Kita sangat mengharapkan kepada Pemerintah supaya jalan ini secepat nya ada perbaikan, karena jalan ini merupakan jalan utama yang dilewati kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Akses jalan ini juga tembus ke bukit Makarti dan Geureudong Pase,” ungkap Amri.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga Gampong Ule Buket, Tgk. Fauzi, mantan Anggota Dewan Kabupaten Aceh Utara.

Ia mengatakan, akibat jalan rusak sepanjang lima kilometer tersebut, truk pengangkut hasil sektor pertanian seperti kelapa sawit, pinang dan kakao sangat sulit dilewati.

“Akibat kerusakan jalan utama penghubung ini, warga enam Desa di Kecamatan Tanah Luas berdampak pada pendapatan ekonomi. Jika hujan turun, truk pengangkutan hasil perkebunan tidak bisa melewati dan terpaksa menunggu jalan kering dahulu,” ujar Tgk. Fauzi.

Kondisi jalan rusak di Desa Blang Pie Kecamatan Tanah Luas Aceh Utara, Kamis (17/2/2022) (Foto/Zaman Huri)

Dia menjelaskan, persoalan jalan tersebut pernah dikerjakan pada tahun 2014 lalu ketika ia masih menjabat sebagai Anggota Dewan Aceh Utara.

“Pemerintah melalui Dinas terkait seharusnya bisa melihat mana yang utama dulu diprioritaskan, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat, dalam artian bukan kita tidak setuju anggaran tersebut dialihkan ke COVID-19, akan tetapi jangan semuanya,” pintanya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Tanah Luas, Usman K S.Sos menjelaskan, permasalahan jalan rusak tersebut seharusnya saat ini memang sudah dalam tahap pekerjaan oleh Pemerintah, namun kondisi sedang Pandemi COVI-19 terpaksa pelaksanaannya ditunda.

“Jalan utama ini, mulai dari Simpang Rangkaya Blang Jruen hingga Desa Bayi ada Delapan kilometer, kemudian ada lagi lima kilometer tembus ke Ule Buket yang kondisinya saat ini memang memperihatinkan, kondisi ini memang harus secepatnya di prioritaskan agar warga dan para petani dapat mengangkut penghasilannya dari kebun,” sebut Usman.

Ia menambahkan, jalan rusak tersebut memang sudah dalam perencanaan akan dikerjakan, namun karena kendala covid 19 pembangunan ini di tunda sementara.

“Kita belum tahu kapan akan dikerjakan, karena belum ada pemberitahuan ke pihak Kecamatan, tapi kami nanti akan mencoba memberikan hal ini ke Pimpinan di atas.” pungkas Usman. (Zaman Huri)

REKOMENDASI