Gajah Liar Ubrak Abrik Kebun Warga di Nagan Raya

  • Whatsapp
Kondisi Gubuk di kebun milik warga di Gampong Blang Teungku Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya usai di ubrak abrik gajah liar, Jumat (25/2/2022) (Foto/Ist)

Suka Makmue | republikaceh.net – Gajah liar Ubrak abrik sejumlah tamanan di kebun milik warga di Gampong Blang Teungku Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

Kejadian tersebut diprediksi telah berlangsung sejak Rabu malam (23/2/2022) hingga Jumat dini hari (25/2/2022) secara berturut.

BACA JUGA

“Kejadiannya selama 3 malam berturut. Terparah, gajah liar itu mengobrak abrik perkebunan warga pada Jumat dini hari”, ujar Sekretaris Gampong Blang, Teungku Yusman Pari, Jum’at (25/2/2022)

Yusman menjelaskan, amukan gajah liar di kawasan tersebut semakin meluas, bahkan perkebunan masyarakat seberang sungai Krueng Nagan juga telah diganggu.

“Di Gampong Blang Teungku, Tuwie Meuleusong, Blang Lango, Kandeh dan Kila, merupakan langganan tetap tanaman warga di ganggu oleh gajah liar. Sejauh ini, kawanan gajah liar yang berjumlah 3 ekor ini telah merusak tanaman milik warga, seperti pohon kelapa, kelapa sawit serta tanaman pohon pisang” jelasnya

Yusman meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan Pemerintah Aceh untuk segera membangun Conservation Response Unit (CRU) di wilayah tersebut sebagai solusi guna menghindari konflik satwa dilindungi dengan warga setempat dikarenakan sejauh ini warga telah banyak mengalami kerugian akibat keberadaan gajah liar.

Menurutnya, Jika bangunan tersebut juga tidak dibangun, maka dikhawatirkan tanaman perkebunan milik warga di wilayah tersebut tidak akan selamat.

“Untuk itu, guna menyelamatkan mata pencaharian masyarakat di daerah terisolir itu, pembangun CRU tersebut sangan dibutuhkan oleh masyarakat 5 gampong dalam wilayah Kecamatan Seunagan Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, KSDA wilayah Aceh Barat, Zulkanain mengakui jika 5 gampong wilayah Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya tersebut sering diganggu oleh gajah liar. Zulkanain pun sepakat, untuk penanganan diperlukan ada CRU di daerah tersebut.

“Pihak kami sepakat bila dikawasan ini ada CRU guna untuk memudahkan penanganan terhadap gangguan kawanan gajah liar” ujar Zulkanain

Zulkanain menjelaskan, pihak BKSDA wilayah Aceh Barat dan masyarakat setempat selama ini hanya mengandalkan petasan untuk mengusir gajah liar dan hal itu tidak membuat efek jera bagi gajah liar karena hal yang sama akan terulang kembali.

“Saya akan berkoordinasi dengan pimpinan guna mewujudkan harapan masyarakat 5 gampong di Seunagan Timur, Nagan Raya ini agar ada CRU,” ujarnya (***)

REKOMENDASI