Knalpot Racing Hasil Operasi Sat Lantas Polresta Banda Aceh Dimusnahkan

  • Whatsapp
Personil Polresta Banda Aceh memusnahkan knalpot racing hasil temuan saat razia Sat Lantas sejak pemberlakukan Operasi Keselamatan Seulawah 2022 mulai 1 Maret 2022 lalu, Jumat (11/3/2022) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Sejak pemberlakukan Operasi Keselamatan Seulawah 2022 mulai 1 Maret 2022 lalu, Polresta Banda Aceh sejak kemarin mulai memusnahkan knalpot racing atau biasa disebut knalpot blong hasil temuan saat razia Sat Lantas.

Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong. Pemotongan knalpot hampir keseluruhan dari hasil temuan ini dilakukan pemilik motor itu sendiri.

BACA JUGA

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Lantas, Kompol Radhika Angga Rista.

“Hampir keseluruhan dari motor yang menggunakan knalpot itu dimusnahkan dengan dipotong dan ini dilakukan oleh pemilik kendaraan itu sendiri,” ucap Radhika, Jumat (11/3/2022).

Selain itu, sampah dari hasil pemotongan juga dibawa pulang oleh pemiliknya dan tentunya tidak dapat digunakan lagi.

Pemberian tindakan ini sebagai upaya efek jera bagi pengendara, dimana dengan menggunakan knalpot tak sesuai standar itu membuat kebisingan bagi warga lain.

Mantan Kasat Lantas Polres Pidie dan Polres Lhokseumawe ini menjelaskan, selain pemotongan knalpot, para pengendara itu juga diberi sanksi tilang bagi pengendara yang melanggar.

“Razia ini dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif dalam memberikan kenyamanan bagi pengguna lalu lintas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” tegasnya.

Knalpot blong, menurut dia, dapat mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan. Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan nanti, pihaknya akan meminimalisir kebisingan di jalan raya yang sangat menggangu warga lain saat beribadah.

“Jadi knalpot blong yang dimusnahkan dengan cara dipotong, sampahnya dikembalikan ke pemiliknya. Dasar hukum penangkapan ini sesuai Pasal 285 ayat 1 jo Pasal 106 ayat 3 UU RI Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ungkapnya.

Kasat juga melanjutkan, bagi pelanggar yang hendak mengambil kendaraan yang disita, diwajibkan membawa knalpot standar pabrik serta kelengkapan lainnya. Selanjutnya, pelanggar diperkenankan membawa kendaraannya pulang.

“Dengan catatan kedepan agar tidak mengulangi hal yang serupa,” pungkas Kompol Radhika Angga Rista.(***)

REKOMENDASI