Tangkap Komplotan Curanmor Banda Aceh, Polisi Amankan Barang Bukti di Bener Meriah

  • Whatsapp
Pelaku (tengah) bersama barang bukti (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Personel Opsnal Unit Ranmor Sat Reskrim Polresta Banda Aceh bersama Sat Reskrim Polres Bener Meriah mengamankan komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, Jumat (11/3/2022) lalu

Penangkapan dilakukan menindaklanjuti laporan polisi LPB/05/II/2022/ SPKT Polsek Ingin Jaya Polresta Banda Aceh dan LPB/17/III/2022/SPKT Polsek Syiah Kuala.

BACA JUGA

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Reskrim, Kompol M Ryan Citra Yudha mengatakan, penangkapan awal salah satu pelaku dilakukan di Gampong Peuniti, Banda Aceh, Senin (21/3/2022) kemarin.

“Saat kami mengetahui pelaku bernama SON (30) yang berprofesi sebagai sopir, langsung diamankan petugas di rumahnya. Kemudian ia mengakui telah melakukan pencurian motor di empat lokasi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” tutur Kasat, Selasa (22/3/2022).

Saat melakukan aksinya, SON dibantu oleh sejumlah rekannya yakni JOL, FIT, AYI dan KAL. Satu persatu petugas menyelidiki keberadaan mereka hingga akhirnya ikut diamankan.

“Pertama kami melakukan penangkapan terhadap pelaku JOL di Montasik, disitu turut diamankan barang bukti motor Beat sebagai alat bantu dalam aksi pencurian motor di wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” ucap Ryan.

Kemudian, tim menuju ke rumah pelaku KAL dan menemukan pelaku AYI dan FIT. Sementara, KAL melarikan diri dari belakang rumahnya saat penggerebekan tersebut.

Dari hasil interogasi terhadap JOL, lanjut Ryan, motor hasil curian yang dicuri bersama rekannya telah dijual ke Bener Meriah.

“Hasil koordinasi dengan personel Sat Reskrim Polres Bener Meriah, disana turut diamankan pelaku Gonyeng sebagai penadah hasil curian. Di rumahnya juga diamankan motor Beat. Tim melakukan interogasi terhadap Gonyeng dan dari keterangannya motor lain dijual kepada Takin,” tuturnya lagi.

“Kemudian tim menuju ke rumah Takin dan tidak menemukan keberadaannya. Informasi dari warga, ia telah menjual motor kepada Yulis di Kuta Lintang dan tim mengamankan satu unit Vario warna biru di depan rumahnya,” sebut Kasat Reskrim lagi.

Dari keterangan yang dihimpun, pelaku Goyeng mengatakan bahwa dua unit motor jenis Beat diantaranya warna merah hitam telah dijual kepada Alwin dan warna putih telah dijual kepada Udin.

“Alwin diamankan dengan satu unit barang bukti Beat warna merah hitam, namun Udin tidak berhasil ditemukan, hanya barang bukti motor Beat warna putih yang diamankan oleh petugas,” kata dia.

Informasi lainnya dari Sat Reskrim Polres Bener Meriah, Goyeng diketahui juga telah menjual satu unit motor Supra kepada Saidul. Dimana, motor itu merupakan hasil kejahatan yang dilakukan pelaku JOL di Banda Aceh.

“Di rumah Saidul petugas hanya menemukan barang bukti saja dan pelaku tidak ditemukan,” sambung mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang.

“Perlu dijelaskan bahwa kenapa kami memberikan informasi terlambat, karena kami membutuhkan keterangan tambahan dari para tersangka terkait perbuatannya apakah ada keterlibatan orang lainnya,” kata dia.

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polresta Banda Aceh beserta barang bukti untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku Curanmor Mendekam di Sel Tahanan Polsek Kuta Alam

Sementara itu, dua tersangka yang juga melakukan curanmor di Banda Aceh juga diamankan oleh Sat Reskrim Polres Aceh Besar. Kini, kedua tersangka tersebut diamankan di Polsek Kuta Alam.

BS alias Boim (38), warga Jeulingke Banda Aceh dan ZF alias Enggeh (25), warga Lam Lueng, Aceh Besar terlibat tindak pidana curanmor dan pertolongan jahat yang terjadi di Banda Aceh pada 25 Februari 2022 lalu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP Muchtar Chalis menjelaskan, BS alias Boim awalnya mencuri motor Supra X 125 bernopol BL 5814 JE di bantaran Krueng Aceh, Jumat (25/2/2022) malam.

“Saat itu korban Agus Mawar memarkirkan motornya di lokasi kejadian dengan tujuan hendak menjaring udang. Namun sekitar jam 23.00 WIB, korban melihat motor miliknya telah hilang,” kata Kapolsek Kuta Alam di Banda Aceh.

Kemudian, kata Kapolsek, BS alias Boim kembali melakukan aksinya di wilayah hukum Polsek Kuta Alam tepatnya Sabtu (26/2/2022) dini hari. BS alias Boim mencuri motor jenis Honda NF 125 SD BL 6624 PR milik Isfani (45) warga Lambaro Skep, Banda Aceh yang terparkir di depan rumahnya.

Tak puas dengan dua motor yang dicuri, BS alias Boim kembali melakukan pencurian sepeda motor jenis Honda 125 NF BL 6417 LV, dimana pemiliknya seorang anggota Polri bernama Daryono warga Jeulingke, Banda Aceh, Selasa (1/3/2022).

“BS alias Boim mencuri m otor milik anggota Polri jenis Honda 125 NF yang diparkir di garasi rumahnya. Saat hendak bertugas, Daryono melihat dudukan kunci kontak miliknya terletak di depan rumah dan 100 meter ke depan menemukan lampu bagian depan sepeda motor miliknya,” tutur AKP M Chalis.

Ketiga unit motor curian tersebut dibawa ke Gampong Lam Lueng, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Disana sudah menunggu ZF alias Enggeh sebagai teknisi bongkar atau spesialis mempereteli motor curian.

Pada Rabu (2/3/2022) sekira jam 01.00 WIB, Sat Reskrim Polres Aceh Besar mengamankan kedua tersangka di Jalan Banda Aceh-Medan tepatnya di Gampong Rukih, Kecamatan Indrapuri.

“Setelah mengamankan kedua tersangka bersama barang bukti dua unit motor, kemudian diserahkan ke Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” tambahnya.

Kemudian, tambah Kapolsek, Sat Reskrim Polresta Banda Aceh atas arahan Kasat Reskrim, Kompol M Ryan Citra Yudha menjemput tersangka dan barang bukti untuk dibawa ke Polresta Banda Aceh.

“Kini tersangka telah diamankan di Polsek Kuta Alam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP dan diancam hukuman kurungan penjara selama sembilan tahun,” pungkas Kapolsek. (***)

REKOMENDASI