Menghadirkan Pemateri dari Medan, Yagasu Latih IRT Aceh Jaya Manfaatkan Buah Manggrove

  • Whatsapp
Peserta memperlihatkan sirup dan kerupuk dari daun manggrove hasil olahan dari buah manggrove saat mengikuti pelatihan di balai Desa Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, Senin (23/5/2022) (Foto/Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.net – Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) menggelar pelatihan pengolahan makanan manggrove (Manggrove Food Processing Training) bagi warga di Desa Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (23/5/2022).

Kegiatan yang digelar oleh Yayasan Gajah Sumatera-Aceh (Yagasu Aceh) dimulai sejak tanggal 22-23 Mei 2022 yang berlangsung di Balai Desa di Desa Lhok Timon diikuti sebanyak 16 orang Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan menghadirkan pemateri dari Medan.

BACA JUGA

Peserta pelatihan mendapat pembekalan tentang tata cara pengolahan buah mangrove jenis Sonneratia Ovata menjadi sirup, selai, dan pewarna kain batik.

Tak hanya itu, Yagasu Aceh juga memberikan pelatihan tentang pengolahan tiram menjadi makanan seperti bakso dan makanan lainnya.

Anggota Yagasu, Dhany, kepada republikaceh.net mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Lhok Timon untuk memanfaatkan tanaman mangrove sebagai sumber pangan yang memiliki nilai ekonomi.

“Tanaman mangrove ini tidak hanya berfungsi sebagai pencegah abrasi pantai, namun juga bisa diolah menjadi makanan seperti sirup, selai dan pewarna batik,” kata Dhany

Ia berharap masyarakat bisa terus mengembangkan dan mengelola tanaman manggrove dengan baik, agar bisa mendukung UMKM dalam membuat makanan dari tanaman bakau ini.

“Saya berharap desa bisa membantu mengembangkan usaha ibu-ibu yang sudah dilatih ini. Produk hasil pengolahan buah mangrove bisa menambah pendapatan masyarakat dan juga bisa menjadi ciri khas Aceh Jaya nantinya,” ujarnya.

Sementara itu, Julia Wati, salah satu peserta mengungkapkan jika pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga di Desa Lhok Timon.

Ia menjelaskan dengan adanya pelatihan tersebut para peserta tau cara memanfaatkan sumber daya alam yang berada disekitar, seperti tiram dan tanaman manggrove.

“Ternyata dari satu jenis tanaman itu bisa diolah ke berbagai olahan makanan, dan kita juga belajar membuat pewarna batik yang bahan dasarnya dari tanaman manggrove juga” lanjutnya.

Julia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yagasu Aceh yang telah memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan program pengolahan makanan dari tanaman mangrove ini.

Julia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga masyarakat mendapatkan ilmu yang kompleks tentang cara pengolahan makanan ini.

“Mudah-mudahan pendamping tak hanya sampai disini saja.” tambahnya

Julia mengungkapkan jika dirinya merasakan pengetahuan yang diberikan masih sangat kurang dan berharap kedepan pelatihan semacam itu terus berlanjut.

“Apa yang kami dapatkan hari ini masih sedikit. Semoga pelatihan ini terus berlanjut sehingga masyarakat bisa memiliki ketrampilan yang mempuni dan bisa membagikan ilmunya ke daerah-daerah lain karena Aceh Jaya ini sangat potensial untuk tanaman mangrove ini.” tutupnya (Zahlul Akbar)

 

 

REKOMENDASI