Yagasu Aceh Tanam 25000 Bibit Manggrove di Aceh Jaya

  • Whatsapp
Penanaman bersama bibit mangrove di kawasan Desa Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (25/5/2022) (Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.net – Yayasan Gajah Sumatera Aceh (Yagasu-Aceh) bersama warga menanam bibit manggrove di kawasan Desa Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (25/5/2022)

“Saat ini kami dari Yagasu Aceh bersama warga menanam 25.000 bibit pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa dengan luar areal 10 hektare” ujar Direktur Yagasu, Meilinda Suriani Harefa usai kegiatan seremonial.

BACA JUGA

Dia menjelaskan, Kegiatan melakukan penanaman mangrove, pertama di Kabupaten Aceh Jaya dimulai pada bulan Agustus 2021 dengan lahan yang disiapkan seluas 420 hektare

Kemudian, lanjutnya, melihat semangat masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan – pelatihan sehingga dilakukan penambahan lagi lahan 10 hektare untuk penanaman bibit pohon mangrove.

“Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lingkungan ekosistem mangrove untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pengurangan resiko bencana alam, konservasi keanekaragaman hayati serta pemberdayaan masyarakat pesisir” paparnya.

Harefa menambahkan, lembaga Yagasu Aceh telah bekerja di pesisir timur Provinsi Aceh sejak tahun 2001, siap berkolaborasi dengan pemerintah setempat guna pelestarian lingkungan dengan menanam pohon mangrove.

“Jika ada masukan atau pun ide-ide untuk program kami yang bisa kita kembangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, lembaga Yagasu-Aceh siap menerimanya dan siap berkolaborasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Aceh Jaya, Rahmat Oriza saat menghadiri kegiatan menyampaikan mengapresiasi dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya atas penyelenggaraan program penanaman bibit mangrove di Aceh Jaya, yang dilaksanakan oleh Yagasu Aceh.

Rahmat berharap, kegiatan seperti ini agar dapat terus dilaksanakan secara kontinue dalam rangka pengembangan dan pelestarian kawasan manggrove di wilayah pesisir Barat provinsi Aceh .

“Mudah- mudahan melalui program ini dapat menimbulkan kecintaan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta melindungi hutan mangrove, sekaligus menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan dan pemulihan ekonomi masyarakat yang berada di kawasan pesisir,” ujarnya.

Menurut Rahmad, eberadaan hutan manggrove sangat besar manfaatnya, selain dapat mencegah abrasi, juga menjadi tempat berlindungnya habitat ekosistem seperti ikan dan kepiting.

Selain itu, lanjutnya, hutan bakau juga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, sehingga roda perekonomian dapat terus berputar dan kesejahteraan masyarakat dapat terbantu.

“Jangan sampai hutan manggrove ini dirusak dengan ditebang atau dialih fungsikan menjadi daerah tambak maupun perkebunan.” tutupnya. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI