GeRAK Aceh Barat Pertanyakan Apa Urgensi “Study Contoh Kepala Desa” di Aceh Jaya Harus Ke Bandung

  • Whatsapp
Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Saputra (Dok/Ist)

Aceh Barat | republikaceh.net – Koordinator Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat Edi Syahputra mengungkapkan dari sekian tahun Anggaran Dana Desa yang terus menerus dikucurkan oleh Kementerian Desa ke daerah untuk mendorong Desa lebih maju, Justru kemudian menjadi banjakan menarik keuntungan uang dari Oknum atau Lembaga tertentu dengan dalih Bimtek, Studi Banding, atau pun nama lainnya.

“Kami menilai bahwa kegiatan Studi Contoh adalah nama lain yang sama persis dengan Bimtek. Artinya, kami melihat kegiatan ini banyak mudharatnya. Ada berbagai pertimbangan kenapa kami sebutkan menjadi mudharat ketimbang manfaat” ujar Edi Syaputra Kepada republikaceh.net Kamis malam (2/5/2022).

BACA JUGA

Lebih lanjut Edi menilai semenjak Dana Desa dikucurkan di mulai tahun 2015 hingga saat ini. Tidak mungkin aparatur gampong dan perangkat gampong tidak mendapatkan bimbingan tehniks guna meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola Dana Desa

Menurut Edi, sepatutnya dinas yang mempunyai tanggung jawab melakukan evaluasi menyeluruh dalam hal pengelolaan Dana Desa dan mendorong perangkat Desa benar-benar maksimal untuk bekerja.

Edi mencontohkan, di Kabupaten Simeulue yang melaksanakan kegiatan launching Siskeudes dan siswaskeude online yang dilakukan oleh tim Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan bimbingan teknis penerapan Siskeudes online.

Pada kesempatan tersebut, Sambungnya, diketahui bahwa salah satu materinya berkaitan dengan pengelolaan Keuangan Desa. Artinya, pihak Dinas bisa saja mengundang dinas yang berkompenten untuk dilakukan ditingkat lokal. Dan tentunya anggaran yang dikeluarkan tidak boros atau pun besar.

“Selain itu tentunya kami menyayangkan kegiatan ini, dan kemudian menjadi pertanyaan?. Apa urgensinya kegiatan Studi Contoh ke Bandung tersebut, dimana sebanyak 172 Kepala Desa (Keuchik) di kabupaten Aceh Jaya diisukan akan melakukan Study Contoh ke Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat. Dari informasi yang tersebar via media, Study Contoh akan menuju ke salah satu desa unggulan dan berlangsung mulai 6 hingga 11 Juni 2022 mendatang dan akan menghabiskan dana sebesar Rp. 2.2 Miliar lebih” Papar Edi

“Kami justru melihat bahwasannya Dinas yang membidangi desa punya tanggung jawab dalam hal mendorong desa lebih maju dalam mengelola Dana Desa, Bila kemudian misalnya yang terjadi persoalan desa gagal dalam mengelola anggarannya, seharusnya itu menjadi pekerjaan rumah bagi dinas dan pihak yang mendampingi desa,” tambah Edi

Edi menyarankan, perlu ada evaluasi yang menyeluruh dan kemudian melakukan evaluasi yang lebih maksimal guna mendorong aparatur desa lebih optimal mengelola dana desa.

Di samping itu pula, Justru kemudian, Pemkab Aceh Jaya harus belajar dari Pemkab Nagan Raya yang kemudian justru membatalkan pelaksanaan Bimtek Keuchik ke Medan, Sumatera Utara.

Selain itu, yang menjadi pertanyaan berikutnya! Apakah pelaksanaan Studi Contoh ini sudah masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD) atau Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun 2022 atau tidak.

“Karena menurut hemat kami ini menjadi dasar hukum untuk pelaksanaan kegiatan tersebut! Kita berharap, agar Legislatif Aceh Jaya segera memanggil dinas terkait dan mempertanyakan persoalan kegiatan Studi Contoh ini dan mendesak untuk segera membatalkannya,”tutupnya (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI