Tutup Kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Data Regsosek, Ini yang Disampaikan Pj Bupati Aceh Jaya

  • Whatsapp
Penutupan kegiatan sosialisasi pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di Kabupaten Aceh Jaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Sekdakab Aceh Jaya, Kamis (19/01/2023) (Foto/Ist)

Calang | republikaceh.net – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Jaya Dr. Nurdin menutup pelaksanaan kegiatan sosialisasi pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di Kabupaten Aceh Jaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Sekdakab Aceh Jaya, Kamis (19/01/2023)

“Terima kasih kepada pihak Kementrian PPN/Bappenas, Unicef dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah melakukan sosialisasi pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi di Kabupaten Aceh Jaya” ujar Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin saat menyampaikan sambutan

BACA JUGA

Sambungnya, bedasarkan arahan Presiden Ir Joko Widodo terkait pembangunan nasional yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting. Maka oleh karena itu dua hal ini sangatlah terkait dengan data.

“Ketepatan data tentu akan menambah tingkat keyakinan dan kepercayaan serta lebih tepat dalam merumuskan berbagai kegiatan, program serta sasarannya. Maka dengan ketepatan data akan memudahkan kita dalam memastikan siapa yang perlu diintervensi dan kemudian apa saja yang perlu diintervensi tersebut sehingga tidak terjadi salah sasaran” ungkap Dr Nurdin

Pj Bupati menambahkan, dalam penanganan kemiskinan dan stunting, ketepatan data serta menentukan indikator yang membuat masyarakat untuk bisa keluar dari garis kemiskinan harus di indentifikasi dengan benar sesuai dengan kebutuhan masing individu dan keluarga miskin tersebut.

“Data registrasi sosial ekonomi ini, di harapkan ketepatannya serta dapat di angkakan dengan yakin dalam upaya menurunkan kemiskinan ektrem dan pengentasan stunting di Kabupaten Aceh Jaya” ujarnya

Dr Nurdin menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan di tahun 2023 ini dalam rangka menangani kemiskinan ektrem dan pengetasan stunting adalah dengan membuat keluarga miskin di Aceh Jaya bisa berdaya

“Berdaya dimulai dari penguasaan sumber produksi. Maka Kami sudah membuat surat edaran untuk mengredistribusikan lahan lahan pertanian kepada keluarga miskin ektrem di Aceh Jaya yang belum memiliki lahan pertanian karena sebahagian besar sumber ekonomi di Aceh Jaya adalah pertanian. Maka oleh karena itu harus dipastikan mereka mempunyai sumber daya dan lahan agar mereka bisa bertani. ujarnya.

“Tapi tentu saja hasil lahan pertanian saja tidak cukup, perlu juga dibuat satu tata Kelola agar lahan lahan yang nanti yang distribusikan bisa produktif dan bernilai tambah. Hal ini yang dilakukan dengan membuat satu pendekatan hulu hilir” timpanya

Maka oleh kerena itu ujar Dr Nurdin , salah upaya pemulihan ekonomi dilakukan dengan membangun korporasi yang berbasis masyarakat yang nantinya diharapkan bisa menghubungkan hasil produksi petani dengan pasar.

Lanjutnya, dan saat ini koperasi yang berbasis masyarakat yang sudah di bangun adalah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bersama yang terhimpun 172 gampong Aceh Jaya. Dan BUMG Bersama ini di harapkan dapat menjadi salah satu holding tata Kelola ekonomi di Aceh Jaya.

Disamping itu Dr Nurdin menuturkan, akan mendorong berkembangannya koperasi di Aceh Jaya yang sempat tidak aktif semenjak pandemi. Hal ini dilakukan supaya nantinya antara individu, kelompok dan koperasi akan terbangun satu tata Kelola yang baik di Aceh Jaya.

Kembali Pj Bupati menjelaskan, problem di hilir bagaimana memasarkan produk yang dihasilkan tersebut. Maka hal yang di lakukan dengan cara membangun komunikasi dengan berbagai pihak baik pelaku usaha maupun koperasi agar produk tersebut bisa masuk ke pasar baik daerah maupun luar daerah nantinya.

“Semua yang kita lakukan tentu dengan mempunyai data yang terperinci baik by name by addres ini akan menyakinkan kita diantara 96.000 penduduk Aceh Jaya ini keluarga mana saja yang perlu kita intervensi dan intervensinya dalam bentuk apa saja. ucapnya

“Nantinya akan didorong dari data registrasi sosial ekonomi bisa terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan, sistem informasi pembangunan daerah sehingga nanti akan terhubung antara data pada level individu dengan data perencanaan gampong serta data perencanaan daerah. “Dan sudah Saatnya kita melakukan perencanaan pembangunan daerah yang berbasis pada data.” pungkasnya. (***)

REKOMENDASI