Pj Bupati Aceh Jaya Resmikan Kantor BUMDESMA

  • Whatsapp
Pj Bupati Aceh Jaya Dr. Nurdin melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian Kantor Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Aceh Jaya Kerja Bersama yang berlokasi di Jalan Lama Calang – Meulaboh Gampong Dayah Baro, Selasa (07/02/2023) (Foto/Ist)

Calang | republikaceh.net – Pj Bupati Aceh Jaya Dr. Nurdin meresmikan Kantor Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Aceh Jaya Kerja Bersama yang berlokasi di Jalan Lama Calang – Meulaboh Gampong Dayah Baro, Selasa (07/02/2023).

Kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua I DPRK Aceh Jaya Irwanto NP, Wakil Ketua II DPRK Aceh Jaya Teuku Asrizal, SH, Kapolres Aceh Jaya AKBP Yudi Wiyono, S.I.K, Unsur Forkopimda,  Asisten Perekomonian dan Pembangunan Setda Aceh Jaya Jonni Sahputra, S.Si, Pada SKPK terkait, Para Camat, Pengurus BUMDESMA Aceh Jaya Kerja Bersama, Para Keuchik serta unsur terkait lainnya.

BACA JUGA

Aceh Jaya memiliki 172 gampong (desa) dari 9 kecamatan, dari para pemerintah gampong telah merintis lewat Musyawarah Gampong -I menghasilkan kesepakatan untuk membentuk BUMDESMA dan menyertakan modal awal (saham) yang mencapai 21 milyar rupiah. Badan usaha Milik Desa Bersama disiapkan untuk menjalankan peran sebagai investor utama menggerakkan sektor ekonomi rakyat di Kabupaten Aceh Jaya. Untuk mempercepat capaian-capaian kegiatan usaha. Hal-hal yang tadinya memakan waktu lama jika dilakukan oleh Gampong masing-masing atau oleh sektor swasta sendiri secara terpisah, sekarang dapat dipercepat prosesnya melalui jalan kolaborasi modal swasta dan dana publik setelah ada BUMDESMA Aceh Jaya Kerja Bersama

Pj. Bupati Aceh Jaya Dr. Nurdin, S.Sos, M.Si, menyampaikan, pada masa awal menjabat dirinya mengatakan bahwa dengan potensi yang tinggi di Kabupaten Aceh Jaya baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusia (SDM), harus mulai membuat tata kelola, ekosistem usaha yang saling keterkaitan. Jika terus menunggu investor yang masuk akan memakan banyak waktu dan biaya untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Aceh Jaya,

Oleh karena itu dirinya menyepakati untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) sebagai salah satu investor di Aceh Jaya tanpa harus menunggu atau mengundang investor luar untuk datang karena sudah menyiapkan investor lokal dari Aceh  Jaya sendiri.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai jalan ada investor di Aceh Jaya dengan memulai pabrik kelapa sawit, bisa dibayangkan sebelumnya tanpa ekosistem tadi, habis dana kita puluhan bahkan ratusan juta hanya untuk modal investor, padahal kita mampu membuat diri kita sendiri menjadi investor. Makanya semua pendekatan dilakukan dengan pendekatan bisnis, seperti mencari kantor sendiri tanpa ada intervensi dari Bupati. Silahkan dicek, tidak ada permintaan bupati khusus pada Badan Usaha Milik Gampong yang memberatkan, jika ada silahkan lapor ke saya.” Ungkap Dr. Nurdin.

Lanjutnya, semua Badan Usaha Milik Gampong murni didorong agar bisa bergerak sebagai lembaga bisnis atau suatu perusahaan yang ada di Aceh Jaya, kemudian dibawah usaha gampong tersebut harus memiliki anak usaha agar pada saat yang bersamaan setiap kegiatan bisa bergerak secara cepat dan paralel.

“Karena prinsip kita adalah desentralisasi usaha, masing-masing anak perusahaan bergerak sendiri-sendiri. Kami minta ada 11 anak perusahaan yang harus dibuat kemudian masing-masing anak perusahaan ini mewakili masing-masing kecamatan di Aceh Jaya. Cari orang orang terbaik yang ada di kecamatan-kecamatan Aceh Jaya dan dilibatkan dalam program-program perusahaan.

“Kalau satu anak perusahaan bisa menyerap 10 orang tenaga kerja maka sudah ada 110 orang yang terserap di dalam bisnis ini. Jadi kita harus mulai berpikir sebagaimana cara berpikirnya para pengusaha, tidak ada pengusaha yang langsung punya uang banyak di awal. Negara sudah menyiapkan skema-skema pembiayaan supaya bisa membantu bergulirnya program peningkatan ekonomi yang ada.” Lanjut orang nomor satu di Aceh Jaya tersebut.

Pj Bupati Aceh Jaya juga berharap masyarakat terus terdorong untuk berproduksi dengan program-program yang sudah ada dan mendorong Badan Usaha Milik Gampong sebagai pelaku bisnis sembari menunggu investor-investor lain. Menurutnya jika daerah lain melakukan percepatan ekonomi dengan memudahkan perizinan, maka Aceh Jaya lebih dari itu dengan menyiapkan langsung badan usahanya sehingga jika ada investor yang datang tinggal melakukan penambahan saja. (***)

REKOMENDASI